Persiapan Akreditasi

Tahap pra-akreditasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari persiapan akreditasi, baik untuk akreditasi prodi maupun akreditasi institusi. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam tahap pra-akreditasi adalah penerapan sistem penjaminan mutu internal dan adanya peran pimpinan puncak untuk menggerakkannya, dalam hal ini Direktur Poltekkes Kemenkes. Peran Direktur pada tahap pra-akreditasi ini yaitu memantau dan mengendalikan segala bentuk kegiatan pra-akreditasi, mulai dari pembentukan tim akreditasi, rapat koordinasi dengan tim, sampai dengan pada penganggaran biaya akreditasi.

Tim akreditasi disesuaikan dengan tugas dan fungsi seluruh pegawai di lingkungan Poltekkes serta kondisi masing-masing Poltekkes. Selain itu juga disesuaikan dengan kebutuhan apakah untuk tim akreditasi prodi atau tim akreditasi institusi. Tim akreditasi tentunya akan melibatkan Program Studi, Jurusan dan Direktorat, dengan uraian atau pembagian tugas masing-masing disesuaikan dengan kondisi Poltekkes Kemenkes.

Pada tim akreditasi akan ditunjuk koordinator untuk setiap Standar Borang dan Evaluasi Diri. Masing-masing tim standar tersebut bertugas untuk mengisi borang, menyiapkan data dukung dokumen sampai dengan menyusun dokumen standar tersebut. Kemudian Poltekkes Kemenkes bisa mengundang narasumber/expert sebagai kaca mata kedua dalam melakukan penyempurnaan borang. Bentuk kegiatannya dikembalikan pada Poltekkes Kemenkes masing-masing.

Langkah selanjutnya yaitu menyiapkan administrasi dokumen disesuaikan dengan ketentuan LAM-PTKes atau BAN-PT. Misalnya terkait ukuran kertas, bentuk jilid dokumen, jumlah eksemplar dan lain sebagainya. Untuk akreditasi prodi, Poltekkes Kemenkes perlu menyiapkan MoU dan kontrak pembayaran sebelum melakukan pendaftaran ke LAM-PTKes. Kemudian melakukan pembayaran dan konfirmasi untuk mendapatkan akun.