Launching Program Percepatan Pendidikan Tenaga Kesehatan

Launching Program Percepatan Pendidikan Tenaga Kesehatan

Launching Program Percepatan Pendidikan Tenaga Kesehatan


dsc_2383

Jakarta, 29 September 2017

Berdasarkan data Badan Kepegawaian Negara (BKN), sampai dengan bulan April 2015 masih terdapat sekitar 74.601 tenaga kesehatan (bidan, perawat, farmasi, gizi, kesehatan lingkungan, perekam informasi kesehatan, teknik laboratorium medik, perawat gigi, dll) yang bekerja di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) yang masih memiliki kualifikasi pendidikan setara Jenjang Pendidikan Menengah (JPM) dan Jenjang Pendidikan Tinggi Diploma I (JPT-DI).

Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan yang menetapkan kualifikasi minimum, yakni Diploma III bagi tenaga kesehatan kecuali tenaga medis, maka apabila sampai dengan tahun 2020 tenaga kesehatan tersebut belum memiliki kualifikasi Diploma III, yang bersangkutan akan menjadi asisten tenaga kesehatan dan tidak memiliki kewenangan melaksanakan praktik sebagai tenaga kesehatan.

Badan PPSDM Kesehatan Kementerian Kesehatan melakukan upaya untuk meningkatkan kualifikasi dan kompetensi tenaga kesehatan melalui Program Percepatan Pendidikan Tenaga Kesehatan melalui Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dari JPM dan JPT-DI  ke Diploma III.

Dalam program ini, dilakukan pengakuan capaian pembelajaran tenaga kesehatan dalam jabatan selama melaksanakan tugasnya yang diperoleh dari pendidikan nonformal, informal, dan atau pengalaman kerja ke dalam pendidikan formal jenjang kualifikasi Diploma III. Oleh karena itu dengan pengakuan capaian pembelajaran ini, maka tenaga kesehatan dalam jabatan dapat melanjutkan pendidikannya ke jenjang kualifikasi Diploma III tanpa perlu mengikuti semua mata kuliah dalam jenjang kualifikasi tersebut.

Dalam rangka pelaksanaan Program Percepatan Pendidikan Tenaga Kesehatan, Kementerian Kesehatan merencanakan (Road Map) pelaksanaan Program Percepatan sampai dengan tahun 2020, dengan target pada tahun 2017 : 16.190; tahun 2018 : 30.620; tahun 2019 : 37.819 serta ditahun 2020 untuk menyelesaikan tenaga kesehatan yang mungkin masih belum terselesaikan.

Berbagai kegiatan dalam pengembangan Program Percepatan Pendidikan Tenaga Kesehatan telah dilakukan antara lain: (1) penyusunan regulasi Program Percepatan Pendidikan Tenaga Kesehatan; (2) perancangan perangkat pelaksanaan berupa pedoman dan petunjuk teknis dan aturan penyelenggaraan lainnya; (3) pengembangan sumber daya meliputi pengembangan SDM terdiri dari pengelola program, asesor RPL, tutor dan instruktur klinik dan pengembangan Bahan Ajar Cetak (BAC); serta implementasi program.

Dalam implementasi program, Sebanyak 255 Prodi dari PT Penyelenggara program telah melaksanaan proses penerimaan calon peserta program melalui asesmen RPL.  Saat ini yang sudah mengikuti proses asesmen RPL sebanyak 16.190 peserta sesuai dengan target peserta tahun 2017.

Hari ini, untuk mengawali program ini dilakukan Launching Program Percepatan Pendidikan Tenaga Kesehatan oleh Ibu Menteri Kesehatan, Prof. Dr. dr. Nila Juwita Farid Moeloek,Sp.M(K), dengan harapan program ini dapat diselenggarakan dengan baik dan bermanfaat bagi Bangsa Indonesia khususnya tenaga kesehatan di seluruh Indonesia.

About the Author

Comments

  1. leni susanti - October 14, 2017 at 8:28 pm

    Makasih utk pemerintah yg telah memberikan jalan keluar bagi kami yg masih setingkat sekolah menengah…..mudah mudahan RPL ini berjalan dengan lancar….amiiin

    Reply
  2. Lisa Sutiasih - May 23, 2018 at 11:30 pm

    Mohon di bantu untuk diklat jabfung epid

    Reply
  3. abdul jafar - January 16, 2019 at 1:50 pm

    mimin mhon di bales ya… program percepatan untuk SPK yang bekerja di sektor swasta ada gk ya… klo ada alamatnya dan cara pendaftarannya bagaimana?

    Reply
  4. Mimi Noermiati - February 7, 2019 at 7:49 pm

    Ass…apakah program ini, bisa langsung daftar perorangan Bu/pa?

    Reply
  5. Sri Retno wardani - February 9, 2019 at 6:03 pm

    Apakah tahun 2019 Mash ada program RPL ini untuk PNS?karena tahun kmrrn saya tdk ikut ,padahal sudah di masukkan ke daftar usulan RPL ..,ttapi di pengumuman daftar penerima RPL saya tidak masuk.saya berharap mudah2n masih ada program RPL ini…saya mencari informasi ke dinkes belum ada sosialisasi untuk thn ini,,mdah2n ada jawabannya ya…trmkash

    Reply

Leave a Reply